Posts

First Timer in: #Jogja

Image
Setelah sekian lama "hibernasi" dari menulis di blog ini, #finally i'm back! Sambil mau cerita juga tentang pengalaman gue ke jogja beberapa hari yang lalu.
Jadi di tanggal 21-24 November 2019, gue ke Jogja for the first time haha. Tujuan gue ke jogja adalah untuk ikut di suatu acara namanya Asean Youth General Forum yang diadakan di UMY dan tentunya juga buat jalan-jalan hehe. Sejujurnya agak worry juga saat memutuskan untuk berangkat ke Jogja, tanpa orang tua, karena sejujurnya kemarin itu adalah pertama kalinya gue naik kereta jauh dan dalam waktu yang agak lama. Tapi Puji Tuhan, semuanya lancar-lancar dan gue super excited dengan segala hal dan pengalaman baru yang gue dapatkan dari kota indah ini. Well, kalau bicara soal Jogja's vibe, menurut gue, vibes di Jogja lumayan mirip-mirip sama Bandung.  Dan jujur ini salah satu hal yang membuat gue lumayan nyaman di Jogja dan gak merasa kayak orang asing yang tersesat. 
Btw, bisa berangkat ke Jogja mungkin sesuatu yang bias…

Tentang Mengkritik dan Dikritik

Image
Gue adalah salah satu orang yang "terlalu banyak berpikir" ketika mau mengutarakan sesuatu, termasuk ketika gue mau mengkritik. Kadang gue mikir, "eh bahasa gue bakal bikin dia tersinggung gak ya", atau "eh ini tuh penting gak sih buat diomongin", dan yang lebih pasrah lagi adalah ketika gue pada akhirnya berpikir "yaudah aja kali ya nanti juga sadar sendiri". Gue tau, ketakutan gue sebenarnya bukan berasal dari diri gue, tapi gue takut dengan respon balik orang yang gue kritik tersebut. Gue takut dia marah ke gue, gue takut ditolak, gue takut punya musuh, dan lain sebagainya. Kebiasaan ini membuat gue pada akhirnya jadi individu yang pasif dan suka kaget sendiri kalau ditanya masukkan atau saran untuk sesuatu/seseorang, karena gue gak tau gimana cara mengutarakannya dan takut apa yang gue omongin bakal jadi "kontroversi",  meanwhile gue adalah seorang introvert yang kurang nyaman jadi pusat perhatian.
Tapi di perkuliahan, oh tidak bisa beg…

Letting you, be you

Image
"Ada beberapa orang yang sudah mengenal dirinya sendiri, tapi seringkali menolak identitas dirinya sendiri"

Bulan Agustus kemarin, menurut gue pribadi (sesuai dengan yang udah gue perkirakan juga) merupakan salah satu bulan terhectic yang pernah ada di tahun ini. Rutinitas yang harus gue jalanin cukup padat, gue harus membagi waktu antara magang-organisasi-persiapan penelitian-proyek dosen- dll dll. Dan biasanya, ketika otak lagi banyak tekanan, emosi akan cenderung naik turun (well, ini yang biasa terjadi dan menjadi problem di gue sih heheh) Di tengah kepadatan duniawi tersebut, manajemen emosi menjadi problem yang cukup berat buat gue. Apalagi di masa-masa magang kayak gini, bukan cuma gue doang yang magang, tapi hampir semua temen-temen gue di organisasi itu semuanya juga magang. Dan mereka kebanyakan magangnya di luar Bandung, sehingga mobilisasi mereka dalam mengurus berbagai kegiatan terkait organisasi dan event-event tahunan kampus jauh lebih sulit dibandingkan gue yang …

#ExpectationVsReality: Campus Lyfe: Tentang IPK

Image
Waktu SMA dulu, gue adalah salah satu orang yang pengen banget cepet-cepet masuk ke dunia perkuliahan hanya karena 2 alasan yang sangat tidak mendasar: 1. Kalo ke kampus bisa pake baju bebas, ga perlu pake seragam sekolah lagi  2. Jam belajar di kampus gak sepanjang jam belajar di SMA. (for anyone's sake, saat ini gue sampe kagum sama diri gue sendiri, karena dulu berhasil sekolah dr jam 7 pagi sampe jam 4 sore lalu dilanjut bimbel sampe jam 9 malem) Sedangkan saat ini, ada kuliah pagi jam 8 aja gue udah semager itu LOL
Berdasarkan dua alasan tersebut, gue semakin terpacu untuk cepat-cepat menyelesaikan masa SMA gue untuk segera masuk ke dunia kampus. Dan, karena gue juga mau merasakan jadi anak kosan, jadilah gue milih kampus yang agak jauh dr rumah HEHE. (karena emang di deket rumah gue gaada PTN juga si wkkw). Menurut gue pribadi, alasan gue untuk pengen cepet2 jadi anak kuliahan sama sekali gak salah, karena sistem belajar sekolah (di masa gue dulu) itu sangat melelahkan dan alhasil…

#MentalBreakdownSharing: The power of people's words

Image
Sejak masuk kuliah, gue mulai tertarik dan sering banget nonton drama korea, khususnya yang genre action, crime, sama comedy. Dari berbagai drama korea yang udah gue tonton, gue menemukan persamaan diantara beberapa drama tersebut, dimana tokoh utama cowoknya (terutama di genre action) itu selalu digambarkan sebagai laki-laki gagah, tidak terkalahkan, jago berantem, pinter, ganteng, dll dll. Tapi gue menemukan persamaan lainnya diantara pemeran utama dari drakor-drakor yang udah gue tonton, dibalik "kekuatan" yang mereka tunjukkan, pasti selalu ada kelemahan atau ketakutan yang mereka punya. Cuma ya, ketutupan sama kelebihan yang mereka tunjukkin, terus ujung-ujungnya happy ending deh (mayoritas sih hehe).
Menurut gue, itu adalah salah satu sisi positif dari drama korea (lha jadi promosi?), dimana konsepnya itu sebenernya ga jauh-jauh beda sama kehidupan kita sehari-hari.  Kita mungkin punya atau pernah ketemu dengan orang yang keliatannya super powerful atau hidupnya kelia…

#SelfControl: My friends=troublemaker???

Image
Akhir-akhir ini, istilah self love menjadi salah satu istilah yang populer di sekitar kita. Meskipun bukan isu yang baru, tapi gue pribadi merasa saat ini banyak orang (yang berada di lingkaran pertemanan gue LoL) mulai aware tentang pentingnya mencintai diri sendiri. Pastinya, mencintai diri sendiri dalam konsep ini bukan berarti egois atau memandang rendah orang lain. Lebih dari itu, self love punya makna yang lebih dalam, yaitu  pengenalan dan penerimaan diri. Kenapa gue bisa bilang mencintai diri=penerimaan diri, logikanya ketika kita mencintai seseorang pastinya kita udah siap menerima semua kelebihan dan kekurangan orang itu. Apa adanya.  Dan sebelum kita bisa menerima kekurangan atau kelebihan orang lain, kita harus sadar dulu apa kekurangan dan kelebihan kita.  Sejatinya, kalo seseorang udah bisa memahami siapa dia, dan posisi dia saat ini, akan lebih mudah buat dia dalam berinteraksi dengan orang lain dan mengontrol diri dalam berbagai situasi.
Yes. Kontrol diri. Beberapa bu…

#MentalBreakdownSharing : Body Shaming and Its Lifelong Effects

Image
Banyak orang di dunia ini yang berharap bisa punya wajah cantik/ganteng, berat badan ideal, dan keseluruhan bentuk tubuh yang sempurna. Hal ini bukan sesuatu yang salah. Yah ,namanya berharap dan bermimpi kan sah-sah aja. Tapi, yang jadi masalah adalah ketika kita mulai terobsesi untuk memiliki segala kesempurnaan tersebut dan menganggap penampilan fisik ideal merupakan bagian terpenting dalam hidup ini. Kalau diusut lebih dalam, sebenarnya ada beberapa hal yang melatarbelakangi munculnya obsesi untuk memiliki bentuk tubuh sempurna tanpa kekurangan sedikitpun, salah satunya adalah stereotype yang berkembang di masyarakat, yang seolah-olah membentuk stigma "your physical appearance will determine how society treat you". Atau yang lebih ekstrem lagi muncul pandangan-pandangan "big is not beautiful", atau "black skin is ugly". 
Sadar ataupun tidak, dari dulu kita sudah "dikurung" dengan berbagai lingkaran stereotype yang dapat menggiring pola piki…