Posts

#ExpectationVsReality: Campus Lyfe: Tentang IPK

Image
Waktu SMA dulu, gue adalah salah satu orang yang pengen banget cepet-cepet masuk ke dunia perkuliahan hanya karena 2 alasan yang sangat tidak mendasar: 1. Kalo ke kampus bisa pake baju bebas, ga perlu pake seragam sekolah lagi  2. Jam belajar di kampus gak sepanjang jam belajar di SMA. ( for anyone's sake , saat ini gue sampe kagum sama diri gue sendiri, karena dulu berhasil sekolah dr jam 7 pagi sampe jam 4 sore lalu dilanjut bimbel sampe jam 9 malem) Sedangkan saat ini, ada kuliah pagi jam 8 aja gue udah semager itu LOL Berdasarkan dua alasan tersebut, gue semakin terpacu untuk cepat-cepat menyelesaikan masa SMA gue untuk segera masuk ke dunia kampus. Dan, karena gue juga mau merasakan jadi anak kosan, jadilah gue milih kampus yang agak jauh dr rumah HEHE. (karena emang di deket rumah gue gaada PTN juga si wkkw). Menurut gue pribadi, alasan gue untuk pengen cepet2 jadi anak kuliahan sama sekali gak salah, karena sistem belajar sekolah (di masa gue dulu) i...

#MentalBreakdownSharing: The power of people's words

Image
Sejak masuk kuliah, gue mulai tertarik dan sering banget nonton drama korea, khususnya yang genre action, crime, sama comedy. Dari berbagai drama korea yang udah gue tonton, gue menemukan persamaan diantara beberapa drama tersebut, dimana tokoh utama cowoknya (terutama di genre action ) itu selalu digambarkan sebagai laki-laki gagah, tidak terkalahkan, jago berantem, pinter, ganteng, dll dll. Tapi gue menemukan persamaan lainnya diantara pemeran utama dari drakor-drakor yang udah gue tonton, dibalik "kekuatan" yang mereka tunjukkan, pasti selalu ada kelemahan atau ketakutan yang mereka punya. Cuma ya, ketutupan sama kelebihan yang mereka tunjukkin, terus ujung-ujungnya happy ending deh (mayoritas sih hehe). Menurut gue, itu adalah salah satu sisi positif dari drama korea (lha jadi promosi?), dimana konsepnya itu sebenernya ga jauh-jauh beda sama kehidupan kita sehari-hari.  Kita mungkin punya atau pernah ketemu dengan orang yang keliatannya super powerful ...

#SelfControl: My friends=troublemaker???

Image
Akhir-akhir ini, istilah self love menjadi salah satu istilah yang populer di sekitar kita. Meskipun bukan isu yang baru, tapi gue pribadi merasa saat ini banyak orang (yang berada di lingkaran pertemanan gue LoL) mulai aware tentang pentingnya mencintai diri sendiri. Pastinya, mencintai diri sendiri dalam konsep ini bukan berarti egois atau memandang rendah orang lain. Lebih dari itu, self love punya makna yang lebih dalam, yaitu  pengenalan dan penerimaan diri. Kenapa gue bisa bilang mencintai diri=penerimaan diri, logikanya ketika kita mencintai seseorang pastinya kita udah siap menerima semua kelebihan dan kekurangan orang itu. Apa adanya.  Dan sebelum kita bisa menerima kekurangan atau kelebihan orang lain, kita harus sadar dulu apa kekurangan dan kelebihan kita.  Sejatinya, kalo seseorang udah bisa memahami siapa dia, dan posisi dia saat ini, akan lebih mudah buat dia dalam berinteraksi dengan orang lain dan mengontrol diri dalam berbagai situasi. ...

#MentalBreakdownSharing : Body Shaming and Its Lifelong Effects

Image
Banyak orang di dunia ini yang berharap bisa punya wajah cantik/ganteng, berat badan ideal, dan keseluruhan bentuk tubuh yang sempurna. Hal ini bukan sesuatu yang salah. Yah ,namanya berharap dan bermimpi kan sah-sah aja. Tapi, yang jadi masalah adalah ketika kita mulai terobsesi untuk memiliki segala kesempurnaan tersebut dan menganggap penampilan fisik ideal merupakan bagian terpenting dalam hidup ini. Kalau diusut lebih dalam, sebenarnya ada beberapa hal yang melatarbelakangi munculnya obsesi untuk memiliki bentuk tubuh sempurna tanpa kekurangan sedikitpun, salah satunya adalah stereotype yang berkembang di masyarakat, yang seolah-olah membentuk stigma " your physical appearance will determine how society treat you ". Atau yang lebih ekstrem lagi muncul pandangan-pandangan " big is not beautiful", atau "black skin is ugly ".  Sadar ataupun tidak, dari dulu kita sudah "dikurung" dengan berbagai lingkaran stereotype yang dapat menggi...

Untuk Wistha #blessed21

Image
Jatinangor, 28 April 2019 Teruntuk wistha yang hari ini menginjakkan kaki di umurmu yang baru. Cukup panjang perjalanan yang telah kamu lalui hingga sampai di detik ini. Banyak suka duka yang Tuhan percayakan untuk kamu rasakan, agar bisa membentukmu menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih baik lagi. Terima kasih banyak sudah menjadi pribadi yang senantiasa berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal yang kamu jalani. Terima kasih karena pada akhirnya kamu memutuskan untuk tidak berusaha menjadi yang sempurna, tetapi selalu berusaha untuk menjadi dirimu sendiri karena kamu tahu bahwa yang kamu inginkan tidak akan pernah tercapai jika kamu berpura-pura menjadi orang lain, Terima kasih untuk semangatmu untuk terus maju dan tidak ragu dengan apa yang kamu yakini, meskipun kamu tahu, tidak semua orang akan menyukai langkah yang kamu ambil. Di tulisan ini, aku ingin menyampaikan kepadamu, adalah hal yang wajar, jika kamu menemui kegagalanmu yang pertama, kedua, bahkan ...

#MentalBreakdownSharing: Bad sides of social media

Image
Di zaman serba digital saat ini, bisa dibilang siapa sih yang belum punya media sosial? Sebagian besar generasi milenial, seminimal-minimalnya pasti punya whatsapp atau LINE, supaya komunikasi tetap lancar dimanapun dan kapanpun. Hal ini sama sekali nggak salah, karena hampir semua media sosial itu diciptakan memiliki tujuan yang sama , yaitu mempermudah komunikasi tanpa batasan jarak dan waktu. Jadi, setiap orang bisa tetap mengetahui kabar saudara, sahabat, teman dekat, keluarga, meskipun belum bisa bertatap muka langsung. Dan ternyata, masyarakat Indonesia cukup responsif terhadap perkembangan media sosial dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, bahkan berdasarkan hasil penelitian Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari jumlah total masyarakat Indonesia. Wow, banyak juga yaaa.  Selain itu, alasan lain yang dapat menyebabkan media sosial "digandrungi" oleh masyarakat ...

Catcalling is not a joke, dude

Image
Sampai saat ini, gue masih bingung dengan jalan pikiran orang-orang yang menganggap catcalling itu adalah suatu hal yang biasa dan engga perlu dijadikan masalah.  Buat yang belum tahu catcalling itu apa, catcalling adalah  gangguan-gangguan yang seringkali dialami di jalan berbentuk godaan atau pelecehan secara verbal. Balik lagi ke fenomena catcalling yang makin marak terjadi di Indonesia dan mayoritas (tapi pasti iya sih) dialami oleh kaum perempuan.  Opini gue kali ini bukan hanya dari sudut pandang gue sebagai perempuan, tapi gue juga berusaha mendalami "kira-kira apa sih yang dipikirkan para catcallers sampai mereka bisa melakukan hal-hal super menjijikan kayak catcalling " Tapi semakin lama gue berpikir, yang muncul di otak gue hanyalah para catcallers tersebut berusaha untuk "menunjukkan jati dirinya" kepada para korban-korban catcalling tersebut.  Beda cerita kalau misalnya pelaku catcalling  itu pernah trauma atau punya masalah psikologi ...